Tampilkan postingan dengan label Fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fisika. Tampilkan semua postingan
Selasa, 09 Oktober 2012
Senin, 11 Juni 2012
Rabu, 30 Mei 2012
Selasa, 29 Mei 2012
Senin, 07 Mei 2012
dispersi cahaya
Dispersi
yaitu peristiwa terurainya cahaya putih menjadi cahaya yang berwarna-warni,
seperti terjadinya pelangi. Pelangi merupakan peristiwa terurainya cahaya
matahari oleh butiran-butiran air hujan. Peristiwa peruraian cahaya ini
disebabkan oleh perbedaan indeks bias dari masing-masing cahaya, di mana indeks
bias cahaya merah paling kecil, sedangkan cahaya ungu memiliki indeks bias
paling besar.
Cahaya
putih yang dapat terurai menjadi cahaya yang berwarna-warni disebut cahaya
polikromatik sedangkan cahaya tunggal yang tidak bisa diuraikan lagi disebut
cahaya monokromatik. Peristiwa dispersi juga terjadi apabila seberkas cahaya
putih, misalnya cahaya matahari dilewatkan pada suatu prisma.
Cahaya
polikromatik jika dilewatkan pada prisma akan terurai menjadi warna merah,
jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Kumpulan cahaya warna tersebut
disebut spektrum. Lebar spektrum yang dihasilkan oleh prisma tergantung pada
selisih sudut deviasi antara cahaya ungu dan cahaya merah. Selisih sudut
deviasi antara cahaya ungu dan merah disebut sudut dispersi.
hukum snellius (pemantulan cahaya)
Jika kita amati, pemantulan cahaya terbagi menjadi dua yaitu pemantulan teratur dan pemantulan baur (pemantulan difus). Pemantulan teratur terjadi jika berkas sinar sejajar jatuh pada permukaan halus sehingga berkas sinar tersebut akan dipantulkan sejajar dan searah, sedangkan pemantulan baur terjadi jika sinar sejajar jatuh pada permukaan yang kasar sehingga sinar tersebut akan dipantulkan ke segala arah dengan berkas sinar pantul yang menyebar. Hikmahnya adalah manusia dapat melihat benda di sekitar benda yang terkena cahaya.
Begitulah alam mengajari kita, yang jika kita gali ilmunya akan memberi manfaat yang luar biasa.

Dari
penelitian tentang pemantulan cahaya ini, Seorang ahli matematika berkebangsaan
belanda yang bernama Willebrod Snellius (1591 – 1626) dalam penelitiannya ia
berhasil menemukan hukum pemantulan cahaya yang berbunyi :
- Sinar
datang, sinar pantul dan garis normal terletak pada satu bidang datar.
- Sudut
sinar datang sama dengan sudut sinar pantul ( i = r )





